Angka 12

Agustus 19th, 2011 by Fay

Kali ini gue punya cerita tentang angka 12, tapi jangan dianggap keramat atau pun bertuah cuman sekedar selingan doangan…

Ya angka 12 kali ini punya beberapa kebetulan, setelah bertugas 12 taon disekitar pulau sumatera akhirnya balik kampoeng, eh dapet kantor di lantai 12, dapet rumah kontrakan tetangga sebelahnya nomor 12, naik kereta api turun setelah melewati 12 stasiun… ini kebetulan apa di pas-pasin..hehehe…

Ga nyangka juga balik ke jakarta dan alhamdulillah belom sempet ke singapur (paspor juga belom punya..hehe..) tetapi untuk udah sempet ke tanjung pinang dan akhirnya ke pekanbaru di saat-saat akhir (wong cuman ngandelin dinas.. hehe..).

Jika banding-bandingin Batam ama Jakarte ternyata ade plus minusnya juge, yang udah tau pasti udah ngerti.. hehe.. jadi kayaknye ga perlu dibahas nih.. hehe.. Sedikit ngebahas akh, untuk harga buah-buahan dan sayuran jakarta(depok) emang lebih murah tapi ayam, telur,  ama beras kayaknya batam lebih murah.. trus kalau elektronik batam lebih cepat apalagi barang BM tapi untuk barang resmi pun sekarang lebih murah karena di Batam ga ada PPN.. hehe..

Yang penting rindu akan naik kopaja, metromini, mayasari, mikrolet, bajaj bisa terobati… Busway ?? Kalau dulu belom ade busway. hehe…

Satu lagi masalah air bersih PDAM kalau diperhatikan antara Medan, Batam, dan Depok sepertinya Batam lebih bersih dibanding Depok apalagi Medan karena di Batam instalasi airnya sebelum meteran menggunakan pipa karet campuran plastik sementara Depok dan Batam menggunakan besi sehingga ketika air pada pagi hari sudah dipastikan sedikit berlumpur karena endapan karat pada instalasi air, kalau begitu kenapa ga Depok peremajaan instalasi yang besi diganti karet campuran plastik agar kualitas air sampai ke konsumen tetap sama.. sekedar usul aja kok.. hehe..

Mo Inves kemana ya ?

Agustus 19th, 2011 by Fay

Krisis global telah mempengaruhi ekonomi, pertimbangan-pertimbangan efesiensi sudah mulai harus dipikirkan yakni dengan menekan cost yang rendah. Lalu apa yang jadi pertimbangan Investor agar costnya rendah ? Ada beberapa yang ada dalam benak saya yakni biaya tenaga kerja yang murah, bahan baku yang murah, suplai energi yang memadai dan murah, transportasi yang mendukung serta kepastian hukum.

Ada dua hal yang gw sorotin nih, yakni masalah suplai energi. Untuk perusahaan industri hal yang penting adalah suplai energi yang memadai dan murah. Kepastian suplai energi yang memadai tentu sangat menentukan jalan tidaknya sebuah produksi. Ini yang harus diperhatikan jangan kita mempromosikan daerah sebagai tujuan investasi kalau suplai energinya belum memadai, menurut gw benahi dulu suplai energinya.. he..he..

Hal yang kedua adalah kepastian hukum, ada banyak hal di sini dari ketentuan tenaga kerja, ketentuan distribusi, pajak. Untuk itu apakah ketentuan tenaga kerja kita sudah mendukung hal tersebut dengan tidak memberatkan kedua belah pihak baik tenaga kerja atau pun investor.

Bunga KPR

September 28th, 2010 by Fay

Kaget juga melihat sisa pokok pinjaman di KPR setelah cari tahu akhirnya tahu juga, namun sayangnya petugas bank pada saat akad kredit tidak memberikan informasi yang lengkap. Jadi sekedar berbagi pengalaman buat rekan-rekan yang akan mengajukan KPR daripada berharap penjelasan yang lengkap sebaiknya disiapkan pertanyaan-pertanyaan agar kita tidak kecewa dikemudian harinya.

  1. Tanyakan suku bunga yang diterapkan flat atau efektif, perhitungan dengan metode flat suku bunganya lebih kecil dari suku bunga efektif karena suku bunga dihitung setiap bulannya sampai jangka pelunasan berakhir dari pokok pinjaman awal, bisa jadi bunga flat 5% sebanding dengan bunga efektif 10%.
  2. Pada umumnya bank menggunakan metode anuitas, untuk itu tanyakan anuitasnya mengikuti suku bunga pasar setiap bulannya (floating)  atau suku bunga efektifnya disesuaikan setiap tahunnya(fixed). Sehingga tidak perlu senang jika suku bunga pinjaman pasar naik Anda merasa beruntung karena menggunakan sifat suku bunga tetap(fixed) dibanding rekan Anda yang menggunakan suku bunga mengambang (floating) karena angsuran Anda tetap sedangkan rekan Anda semakin besar.   

Contoh perhitungan angsuran tahun pertama apabila peminjaman dengan nilai Rp. 150.000.0000,- jangka waktu 10 tahun.

1.  Metode Flat, Suku Bunga 5,37%

Angsuran Ke-

Angsuran Bulanan

Saldo Pinjaman

Pokok

Bunga

Total

0

 

 

 

         150.000.000

1

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         148.750.000

2

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         147.500.000

3

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         146.250.000

4

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         145.000.000

5

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         143.750.000

6

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         142.500.000

7

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         141.250.000

8

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         140.000.000

9

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         138.750.000

10

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         137.500.000

11

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         136.250.000

12

     1.250.000

          671.738

   1.921.738

         135.000.000

2. Metode Anuitas Fixed Rate, Suku Bunga Efektif  tahun pertama 10,5%

Angsuran Ke-

Angsuran Bulanan

Saldo Pinjaman

Pokok

Bunga

Total

0

 

 

 

         150.000.000

1

         711.525

      1.312.500

   2.024.025

         149.288.475

2

         717.751

      1.306.274

   2.024.025

         148.570.724

3

         724.031

      1.299.994

   2.024.025

         147.846.693

4

         730.366

      1.293.659

   2.024.025

         147.116.327

5

         736.757

      1.287.268

   2.024.025

         146.379.570

6

         743.204

      1.280.821

   2.024.025

         145.636.366

7

         749.707

      1.274.318

   2.024.025

         144.886.659

8

         756.267

      1.267.758

   2.024.025

         144.130.393

9

         762.884

      1.261.141

   2.024.025

         143.367.508

10

         769.559

      1.254.466

   2.024.025

         142.597.949

11

         776.293

      1.247.732

   2.024.025

         141.821.656

12

         783.085

      1.240.939

   2.024.025

         141.038.571

3.  Metode Anuitas Floating Rate (Suku bunga disesuaikan jika ada perubahan)

Angsuran Ke-

Suku Bunga

Angsuran Bulanan

Saldo Pinjaman

Pokok

Bunga

Total

0

 

 

 

 

         150.000.000

1

10,50%

         711.525

      1.312.500

   2.024.025

         149.288.475

2

10,50%

         717.751

      1.306.274

   2.024.025

         148.570.724

3

10,50%

         724.031

      1.299.994

   2.024.025

         147.846.693

4

11,50%

         690.921

      1.418.011

   2.108.932

         147.155.772

5

11,50%

         697.542

      1.411.389

   2.108.932

         146.458.230

6

11,50%

         704.227

      1.404.705

   2.108.932

         145.754.003

7

13,75%

         629.335

      1.677.167

   2.306.502

         145.124.668

8

13,75%

         636.547

      1.669.956

   2.306.502

         144.488.121

9

13,75%

         643.840

      1.662.662

   2.306.502

         143.844.280

10

14,25%

         634.280

      1.717.317

   2.351.597

         143.210.001

11

14,25%

         641.812

      1.709.785

   2.351.597

         142.568.189

12

14,25%

         649.433

      1.702.164

   2.351.597

         141.918.756

Kesimpulan dan Saran :

  1. Perhitungan anuitas akan menyebabkan angsuran akan tetap sampai akhir jangka waktu peminjaman kalau pun ada penyesuaian hal itu diakibatkan perubahan suku bunga efektif yang ditetapkan. Untuk itu jangan berharap angsuran Anda akan turun kalau suku bunga tidak turun.
  2. Apabila ada niat melunasi pinjaman sebelum jangka waktu berakhir sebaiknya dilakukan pada tahun kedua atau paling lambat setengah dari jangka waktu peminjaman.  Hal ini dengan pertimbangan, pada tahun kedua karena umumnya di akad kredit Bank tidak mengijinkan pelunasan dilakukan pada tahun pertama. Sampai setengah jangka waktu pelunasan perhitungan dengan metode anuitas menyebabkan pokok pinjaman pada angsuran bulanan lebih kecil dibandingkan jumlah bunga yang harus dibayar. 
  3. Sebaiknya memilih jangka waktu pelunasan sesingkat mungkin, kalau berpikir jangka waktu lebih panjang agar angsuran lebih kecil dan sisanya dapat ditabung untuk melunasi pokok pinjaman agar pinjaman dapat lebih cepat dilunasi sepertinya Anda keliru, karena beban bunga yang Anda tanggung tidak sebanding dengan selisih angsuran. Selain itu selisih angsuran ini bisa jadi malah digunakan untuk kepentingan lain, walhasil angsuran masih panjang sedangkan selisihnya tidak bermanfaat apa-apa.
  4. Kalau suku bunga efektif pertahun atau setiap bulannya fluktuatifnya tidak jauh berbeda misalnya 12% s.d. 15%   dan ada niat melunasinya sebelum jangka waktu pelunasan berakhir sebaiknya (kalau ada) memilih bank yang menggunakan metode flat sehingga kapan pun kita melunasinya kita tidak dibebankan bunga lebih tinggi, ada referensi Bank ? (Kalau ada, pastikan memang metode flat yang digunakan, artinya pokok pinjaman dalam setiap bulan angsuran jumlahnya sama selain itu suku bunga flat yang ditetapkan paling maksimal 55% dari suku bunga pasar).
  5. Kalau berpikir untuk take over (pindah bank) usahakan jangka waktu peminjaman sama dengan sisa waktu peminjaman di bank lama atau kalau bisa malah dipersingkat, pertimbangkan biaya take over lalu jangan tergiur dengan suku bunga peminjaman rendah tetapi tahun-tahun berikutnya lebih tinggi(cari informasi ke nasabah yang sudah lama mengambil kredit di Bank bersangkutan).